Kembali
LINA ANGGRAENY, A.Md.Keb
Siswa

LINA ANGGRAENY, A.Md.Keb

RSUD SIDOARJO BARAT Bidang Pelayanan Medik Kebidanan dan Keperawatan - Instalasi Peristi Ibu dan Bayi

Bidan di Instalasi Peristi Ibu dan Bayi RSUD Sidoarjo Barat yang berfokus pada pelayanan kebidanan, kesehatan ibu dan bayi, serta pengembangan inovasi untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan maternal dan neonatal.

Belajar

Kursus yang Diikuti

Belum ada kursus yang diikuti.

Karya & Inisiatif

Inovasi yang Dibuat (1)

Inovasi 3 Berkas 10 Agustus 2026

Sistem ,Monitoring ,Aman, Responsif ,Terintegrasi (SMART) Maternal Network

Sistem ,Monitoring ,Aman, Responsif ,Terintegrasi (SMART) Maternal Network merupakan Sistem monitoring maternal berbasis digital yang mempercepat koordinasi pasien risiko tinggi, meningkatkan kesiapan rumah sakit, meningkatkan literasi ibu hamil, menurunkan komplikasi ibu dan bayi Kehamilan risiko tinggi masih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya komplikasi maternal dan neonatal di fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu kondisi yang memerlukan perhatian khusus adalah Preeklampsia Berat (PEB) yang membutuhkan deteksi dini serta monitoring yang berkelanjutan. khususnya Preeklampsia Berat (PEB), masih menjadi salah satu penyebab utama komplikasi maternal yang berpotensi meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi Dalam pelayanan di rumah sakit, masih ditemukan beberapa kendala seperti: 1. Keterlambatan koordinasi antara bidan wilayah dan rumah sakit 2. Monitoring pasien risiko tinggi yang belum optimal 3. Kurangnya akses edukasi berkelanjutan bagi ibu hamil hingga nifas 4. Kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan yang masih rendah 5. kasus PEB membutuhkan deteksi dini dan monitoring berkelanjutan 6. koordinasi antara bidan wilayah dan rumah sakit belum terintegrasi secara optimal 7. edukasi ibu hamil masih terbatas 8. serta belum adanya sistem digital untuk monitoring maternal yang terhubung realtime antara RSUD dan FKTP Selain itu, belum adanya sistem komunikasi terintegrasi yang dapat digunakan secara real-time dalam pemantauan pasien risiko tinggi menjadi salah satu hambatan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan maternal. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu inovasi yang mampu meningkatkan monitoring risiko kehamilan sampai dengan nifas serta edukasi maternal secara berkelanjutan melalui pendekatan digital dan kolaboratif. Selain itu, belum tersedianya sistem komunikasi terintegrasi yang mampu menghubungkan bidan wilayah, bidan rumah sakit, dan dokter spesialis secara real-time menyebabkan proses pengambilan keputusan menjadi kurang cepat dan efektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi berbasis digital yang mampu meningkatkan koordinasi, monitoring, serta edukasi maternal secara berkelanjutan.

Lihat
Terhubung

Sosial Media

Belum ada link sosial media.

Ringkasan

Statistik Aktivitas

1 Inovasi
0 Kursus diikuti