Karya & Inisiatif Inovasi yang Dibuat (3) Inovasi 3 Berkas 1 September 2026 DI SPA NAMA INOVASI : DI SPA KEPANJANGAN INOVASI : DISKUSI BARENG PASIEN DI SPA (Diskusi Bareng Pasien) merupakan inovasi kegiatan penyuluhan kesehatan berkala setiap bulan yang diselenggarakan oleh Instalasi Peristi Ibu dan Bayi berkolaborasi dengan Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit). Tujuan Utama Kegiatan: 1. Identifikasi Masalah: Mengenali dan menyerap langsung isu/permasalahan kesehatan ibu dan anak yang dihadapi masyarakat. 2. Edukasi & Update Informasi: Memberikan edukasi dan update medis terkini mengenai kesehatan ibu dan anak (seperti SHK, pencegahan preeklamsia, perawatan BBL, penanganan nifas, ASI eksklusif, dan gizi pencegah stunting). 3. Promosi Layanan RS: Memperkenalkan fasilitas, alur penanganan cepat (fast-track), serta inovasi keselamatan pasien yang ada di rumah sakit. Standar Pelaporan UMAN (Wajib Akreditasi): U (Undangan): Surat / pengumuman resmi jadwal edukasi. M (Notulen): Catatan jalannya diskusi, pertanyaan pasien, dan kesimpulan. A (Absensi): Daftar hadir narasumber, tim PKRS, serta pasien/keluarga. N (Dokumentasi): Foto/video pelaksanaan kegiatan dan penyerahan media edukasi (leaflet/flyer). Lihat Inovasi 3 Berkas 1 September 2026 SATU BIDADARI Program "SATU BIDADARI" (Salam Sentuh Bincang Setiap Hari dan Cari Solusi) merupakan bentuk inovasi pelayanan keperawatan dan kebidanan berbasis pendekatan personal dan humanis untuk meningkatkan mutu layanan rawat inap. Program ini dirancang sebagai alur pelayanan interaktif yang menghubungkan pihak koordinator instalasi peristi ibu dan bayi langsung dengan pasien dan keluarga: 1. Interaksi Langsung Harian: Koordinator/ Ketua Tim wajib secara rutin menyapa, berbincang, dan memberikan dukungan moral (sentuhan empati) kepada pasien beserta keluarga setiap hari. 2. Manajemen Komplain Responsif: Menjadi sarana deteksi dini keluhan sehingga penyelesaian masalah (manajemen komplain) dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan tidak berlarut-larut, tidak sampai melibatkan ulasan website , karna sudah secara dini bisa diselesaikan. 3. Peningkatan Kepuasan: Mengoptimalkan kenyamanan pasien, membangun rasa percaya terhadap pelayanan rumah sakit, dan meningkatkan nilai kepuasan pasien secara keseluruhan. Inovasi SATU BIDADARI hadir sebagai komitmen pelayanan berfokus pada pasien (patient-centered care). Melalui kegiatan harian di mana Koordinator atau Ketua Tim turun langsung menyapa, berbincang, dan memberikan perhatian hangat kepada pasien dan keluarga, komunikasi yang terbuka dapat terjalin dengan baik. Pendekatan ini memungkinkan tim medis mengidentifikasi serta menindaklanjuti setiap potensi keluhan secara cepat dan tepat sebelum berlarut-larut. Dengan manajemen komplain yang efektif dan pelayanan yang empati, program ini bertujuan menciptakan pengalaman perawatan yang aman, nyaman, dan secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien serta meningkatkan penialian ulasan secara langsung Lihat Inovasi 8 Berkas 1 September 2026 PELUK KASIH NAMA INOVASI: PELUK KASIH KEPANJANGAN: Pelayanan Berkualitas Ibu dan Bayi Sehat FOKUS UTAMA: Penerapan Visit Stop Sign dan PERT (Pencegahan & Early Warning System Resti / Pencegahan Preeklamsia) Gambaran Umum Program PELUK KASIH merupakan program inovasi keselamatan pasien (patient safety) yang dirancang untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, dan nifas. Program ini berfokus pada deteksi dini risiko tinggi (seperti Preeklamsia/Eklamsia) serta menciptakan lingkungan perawatan yang aman dan kondusif untuk meminimalisir komplikasi kegawatdaruratan maternal. Program ini juga mendukung salah satu program di dinas kesehatan kab sidoarjo untuk menurunkan AKI . 3 Instrumen Utama Program 1. Visit Stop Sign (Penanda Jalur Bebas Antrean & Pembatasan Kunjungan) Konsep Media: Pemasangan banner atau papan imbauan khusus berlogo "STOP!" di titik-titik strategis pelayanan, seperti Lobi Utama, Rawat Jalan (Poli Obgyn), dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tujuan Alur: Memberikan jalur prioritas (fast-track) dan penanganan langsung bagi pasien gawat darurat tanpa harus melewati proses administrasi antrean biasa.Mekanisme & Edukasi Pelayanan: Setiap ibu bersalin maupun nifas yang mengalami gejala kegawatan—seperti pusing/sakit kepala hebat, penglihatan kabur, lemas, perdarahan jalan lahir, atau nyeri perut hebat—akan langsung ditangani oleh petugas medis tanpa mengantre demi mencegah kejang atau komplikasi fatal lainnya. 2. Tabel Skoring PERT (Maternal Early Warning Score) Konsep Skoring: Instrumen penapisan awal (triage) berbasis parameter klinis pasien yang dikategorikan dalam sistem kode warna untuk mempercepat respons medis: Kategori Hijau (NORMAL): Kondisi pasien stabil; dilakukan perawatan dan observasi rutin sesuai instruksi DPJP. Kategori Kuning (HATI-HATI): Terindikasi peningkatan risiko klinis (misalnya tekanan darah sistolik 140–150 mmHg atau nyeri kepala ringan); membutuhkan observasi ketat dan evaluasi medis lanjutan. Kategori Merah (SANGAT BAHAYA): Terindikasi kegawatdaruratan medis memerlukan penanganan medis darurat dan stabilisasi segera. 3. Kolaborasi pemantauan kunjungan rumah bersama FKTP se-Sidoarjo bagi pasien PEB pascapulang dari RSUD Sidoarjo Barat dalam 7 hari pertama. Tujuan & Manfaat Utama 1. InovasiRespon Cepat (Fast Response): Memotong alur birokrasi pendaftaran untuk kasus krisis maternal sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin. 2. Deteksi Dini Riski Tinggi: Memudahkan seluruh tenaga kesehatan mengidentifikasi penurunan kondisi klinis pasien secara obyektif melalui skoring PERT. 3. Keselamatan Ibu & Bayi: Menurunkan angka kesakitan serta kematian ibu dan bayi akibat prapenerapan tata laksana Preeklamsia/Eklamsia yang terlambat. Lihat